Berita

Berita / Melihat Profil Rektor Termuda Viral Risa Santoso yang Ijinkan Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi

Belakangan publik dihebohkan dengan sosok rektor termuda yang viral Risa Santoso. Selain cantik dan pintar, Risa menjadi viral lantaran ia menjadi rektor di usia yang masih sangat muda, yakni 27 tahun.

Wanita cantik kelahiran Surabaya, 27 Oktober 1992 tersebut dilantik menjadi rektor Institut Teknologi Bisnis Asia Malang pada tanggal 2 November 2019.

Menariknya, meski terbilang masih sangat muda, Risa Santoso , BA., MA. Ed., punya latar Pendidikan dan pengalaman yang tak sembarangan. Misalnya saja, Risa ternyata lulusan S1 dari University of California jurusan Ekonomi serta lulusan S1 dari Harvard University jurusan Pendidikan.

Baca juga: Keren, Kafetaria UB Jamin Kehalalan Dan Tingkat Mutu Makanan Minumannya

Karir Risa Santoso tak berhenti di situ saja, tak lama setelah menyandang gelar master, ia menjadi tenaga Ahli Muda di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dari bulan Agustus 2015 hingga Februari 2017.

Selain itu, Risa juga sempat menjabat sebagai direktur Pengembangan Institute Asia Malang, inisiator program Asia Entrepeneurship Training Program (AETP), dan Asia Hackaton yang berfokus di bidang kerjasama Indonesia dan luar negeri.

Nah, ketika menjabat sebagai rektor Institut Teknologi Bisnis Asia Malang, Risa Santoso membuat kebijakan yang luar biasa nih. Salah satunya adalah, ia tidak mewajibkan mahasiswa di kampusnya untuk membuat skripsi agar bisa lulus.

Padahal nih ya, di Indonesia skripsi masih jadi momok terbesar para mahasiswa karena selain susah minta ampun, skripsi ini kan masih jadi syarat utama kelulusan mahasiswa. Nah, kebijakan yang dibuat Risa Santoso jelas out of the box banget ya.

Tapi ya kita percaya aja ya, berhubung Risa sendiri punya latar Pendidikan yang bagus sekali. Lulusan California University dan Harvard University tentu tidak bisa diremehkan begitu saja, sekalipun usianya masih sangat muda.

Nah, keputusan Risa untuk tidak mewajibkan skripsi sebagai syarat kelulusan memang atas alasan tersebut. Sulitnya mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu sehingga malah terkesan menghambat kelulusan.

Risa ingin agar mahasiswa justru bisa fokus untuk membuat program sebagai project akhir. Keputusan Risa untuk tidak mewajibkan skripsi sebagai syarat kelulusan memang diakuinya sedikit mengadopsi dari sistem Pendidikan yang ia dapat di luar negeri.

Berkat dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar, Risa semakin yakin dan bersemangat dalam melakukan tugasnya sebagai rektor. Termasuk untuk urusan program-program yang ia canangkan ketika menjabat sebagai rektor.

Wah, hebat sekali ya Risa. Sekali lagi selamat mengembang tugas sebagai rektor dan semoga amanah!

SUMBER :https://ayokuliah.id/artikel/berita-kampus/universitas-pertamina-terima-1-235-maba/




Pendaftaran

Cari tahu informasi terbaru untuk menjadi calon mahasiswa Universitas

Lihat Informasi

Pengumuman

Pengumuman - pengumuman terbaru universitas

Lihat Pengumuman

Program Studi

Kenal lebih jauh dengan program studi yang ada di Universitas

Lihat Daftar Prodi